Pohon Natal merupakan salah satu dekorasi Natal populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sama seperti hal populer lainnya, ada sejarah panjang ratusan tahun lamanya dibalik hiasan pohon Natal yang spesial tersebut.
Kali ini Cakap akan mengajak kamu menelusuri asal-usul pohon Natal dan sejarah popularitasnya dari masa ke masa. Cari tahu dalam artikel ini, ya!
1. Pohon yang digunakan untuk pohon Natal
Pohon yang digunakan untuk pohon Natal adalah keluarga pohon cemara seperti pinus dan sejenisnya , sesuai dengan jenis cemara yang tumbuh di suatu negara. Meski demikian, ada pula beberapa negara yang tidak menggunakan pohon cemara, misalnya India.
2. Sejarah pohon Natal pertama
Penggunaan pohon cemara dalam perayaan sebenarnya sudah ada jauh sebelum lahirnya Kristus dan tidak memiliki kaitan dengan agama tertentu. Masyarakat Romawi kuno menggunakan pohon cemara untuk dekorasi dalam festival Saturnalia pada musim dingin.
3. Pencetus pohon cemara sebagai dekorasi Natal
Marthin Luther, seorang tokoh reformasi gereja di Jerman disebut sebagai orang pertama yang membawa pohon cemara untuk dijadikan dekorasi Natal. Pada saat itu ia juga menyalakan lilin di bawah ranting pohon cemara tersebut untuk meneranginya.
4. Pernah dilarang gereja
Natal merupakan perayaan keagamaan untuk memperingati kelahiran Kristus. Pada abad ke-17, beberapa pihak gereja sempat melarang penggunaan dekorasi atau hiasan pohon cemara karena dianggap tidak ada hubungannya dengan keagamaan.
5. Pohon Natal terbalik
Sekitar abad ke-17 dan ke-18 di Jerman, sebagian masyarakat tidak meletakkan pohon Natal di lantai, melainkan menggantungnya di langit-langit rumah. Pohon ini digantung terbaik dengan kepercayaan bahwa akar yang menghadap ke langit memberikan kekuatan ilahi.
6. Peletakan hadiah di pohon Natal
Sekitar abad ke-19, hadiah Natal untuk anak-anak lebih umum digantung di ranting pohon cemara, bukan diletakkan di bawahnya. Hadiah yang diberikan termasuk permen, kue, dan buah-buahan yang bisa langsung diambil dan dimakan.
7. Pohon Natal modern
Pohon Natal modern dihiasi dengan hiasan lampu warna-warni, pernak-pernik yang digantung, serta hadiah yang disusun di bawahnya. Di beberapa negara, pohon cemara mungkin jarang ditemukan hingga saat ini pohon Natal artifisial pun banyak digunakan sebagai penggantinya.
Meskipun tidak memiliki filosofi tertentu yang berkaitan dengan keagamaan, namun penggunaan pohon Natal diterima dengan baik di seluruh dunia. Oleh karena itu lah pohon Natal sangat populer dan menjadi salah satu dekorasi khas natal dan musim dingin yang digemari.
Baca juga:
